Contoh Naskah Drama Persahabatan 'Salah Menuduh'

Naskah Drama Tentang Persahabatan 6 Orang Pemeran - Indahnya persahabatan adalah saat saling memberi tanpa mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan, ada maaf disetiap kekhilafan. Sahabat layaknya bintang, ia memang tak selalu terlihat namun kita tahu bahwa ia selalu ada. Berikut ini adalah contoh naskah drama tentang persahabatan yang bisa dijadikan sebagai referensi pertunjukan drama di sekolah.

Tema: Persahabatan

Judul: Salah Tuduh

Pemeran:

1. Helen
2. Ita
3. Angel
4. Nika
5. Dahlia
6. Bu Guru

SINOPSIS

Cerita tentang persahabatan 5 orang anak dengan pribadi yang unik.Mereka berlima bersahabat sangat erat walaupun banyak perbedaan diantara mereka, tidak sekalipun mereka pernah terpecah belah hingga pada suatu ketika, salah satu diantara mereka mulai berubah dan mengancam persahabatan mereka.

DIALOG

Helen tengah berjalan sendirian menuju sekolah, tangannya sibuk menekan-nekan keypadhandphone. Kepalanya manggut-manggut mengikuti irama musik yang keluar lewat earphone-nya sambil sedikit bersenandung.  Dari belakang Ita datang dan menyusulnya.

Ita : “Helen…!”
Helen : “Astagfirulloh…! Kaget onyon..!”
Ita : “Nah loh bawa hp ke sekolah..! bilangin ke Bu Gia..!”
Helen : “Kan ini mah property buat drama basa Indonesia,ih kamu!”

Ita menepok jidatnya.
Ita : “Oh iya lupa, kemaren malem aku ga ngapalin naskahnya!!!”
Helen : “Pasti nonton bola dah..!”
Ita : “Kok tau?”
Helen : “Kan situ tadi malem nge-sms mulu..ih tuh liat aa Ronaldo ganteng bangeud sih..”
Ita : “ehehe..ya emang ganteng kan? Macho..Jago lagi maen bolanya dari pada SUJU apa itu Super Jurig...?”

Helen mengejar Ita yang mulai berlari.
Helen : “Eh sini lu cewek tiang gawang…!”

Sementara itu, di ruang kelas. Angel dan Nika yang kebagian jadwal piket, Nika terlihat sibuk membereskan ini dan itu sementara Angel hanya melongo, memandangi lapangan sekolah yang masih lengang.

Angel : “Nik, PKn ulangan yah sekarang?”
Nika : “Iya... Nika menjawab dengan dingin.”
Angel : “Ulangan ke satu dapet berapa Nik?”
Nika : “Delapan koma tujuh.”
Angel : “Gedean aku dong 8,8.”
Nika : “…”
Angel : “Nik bahsaa Indonesia sekarang drama yah?”
Nika : “…”
Angel : “Nik, bahasa Indonesia...”
Nika : “Iyaaa...!”
Angel : “Yeeehh..ko nyolot sih nik?’
Nika : “Kamu bantuin dong, aku dari tadi beresin kelas sendirian. Nyapu, ngelapin meja, ngapus papan tulis, ngangkatin kursi, bersihin genteng, ngurasin sumur, kamu malah enak-enakan toh ya..! semprul..!”
Angel : “Cup..cup cup..puteri keraton jangan marah..nanti aku beliin cilok isi satu grobak mau yah..?”
Nika : “Kamu tuh yah mulai deh…! Tapi cilok isi apa toh..?”
Angel : “Isilah titik-titik di bawah ini..hehehe...”
Nika : “Uughhh...!”

Dahlia masuk kelas.
Dahlia : “Assalamulaikum.”
Angel dan Nika: “Waalaikumsalam.”
Nika : “Wihh..ini dia duta sekolah kita nih, gimana nanti lomba pidato nya?”
Dahlia : “Eumm..iya lumayan deg-degan sih.”
Nika : “Kalau kamu deg-degan aku aja yang gantiin Li hehehe..!’
Angel : “Waah..medok dulu tuh ilangin..!”
Nika : “Beuh…tapi Li kamu kan dah biasa ikut lomba jangan tegang lah tar pasti kita dukung!”
Dahlia : “Iya makasih Nik...”
Angel : “Tapi Lintar siang jadi ikut kan ke rumahnya Ita?”
Dahlia : “Eumm kayanya nggak njel..”
Nika : “Lah gimana sih..?”

Dahlia hanya tertunduk, sementara Ita dan Helen masuk kelas sambil terus berdebat.
Helen : “Yah udah jelas kerenan kyuh yun kemana-mana lah, Ronaldo mah songong gitu mukanya juga ih..”
Ita : “Ya Ronaldo lah..apaan..namanya aja udah Kyuh yun..apanya bihun tuh..? jangan-jangan masih sodaraan ama Soun..”
Nika dan Angel: “Assalamulaikum…!”
Ita dan Helen: “Waalaikumsalam…eh..harusnya kita yah..? Assalamualaikum”
Nika, Angel, Dahlia: “Waalaikumsalam..”
Angel : “Ni bocah dua pagi-pagi udah pada ribut aja...”
Nika : “Iya opo toh yang diributin?”
Ita : “Tau nih bihun..?”
Helen : “Kyuh Hyun..Itaaa..”

Bel berbunyi dan pelajaran pertama pun dimulai
Ibu guru : “Assalamulaiakum!”
Siswa : “Waalaikumsalam
Ibu guru : “Nah anak-anak hari ini kita akan belajar mengenai PBB, ada yang tahu apa itu PBB?”
Angel : “Persatuan Banci-Banci bu..”

Angel mengacungkan tangan membentuk tanda v karena takut dimarahi bu guru.
Kelas menjadi gaduh gara-gara celetukan Angel, Ibu guru hanya geleng-geleng kepala sebelum Dahlia mengacungkan tangan hendak menjawab.

Ibu guru : “Ya Dahlia..?
Dahlia : “Persatuan Bangsa-Bangsa bu atau istilah asingnya UN singkatan dari United Nation.”
Ibu guru : “Betul, tepat sekali jawaban Dahlia. Nah sekarang siapa yang tahu sekretaris jenderal PBB yang sekarangberasal dari negara mana?”
Angel : “Korea Selatan bu..! jawab Angel dengan lantang tidak mau kalah sambil tersenyum melirik Dahlia yang balas memberinya jempol.”
Ibu guru : “Bagus sekali, nah siapa nama tokohnya..?”
Helen : “Kyuh Hyun bu...”
Siswa : “Huuu…”

Sepulang sekolah, Ita, Helen, dan Nika tengah menunggu Angel didepan gerbang sekolah mereka berencana untuk pergi kerja kelompok IPS di rumah Ita yang tidak begitu jauh dari sekolah. Sementara Dahlia tampak terburu-buru hendak pulang.

Helen : “Mel..bener ga akan ikut?”
Dahlia : “Iya maaf yah temen-temen aku ada perlu banget nih.”
Ita : “Ada apa sih mel, akhir-akhir ini kok kamu jadi aneh gini.”
Nika : “Iya, ada apa toh?”
Dahlia : “Mmm ga ada apa-apa kok cuman urusan keluarga aja biasa lagian aku harus latihan buat lomba nanti..”
Helen : “Iya tapi kalau ada apa-apa kamu bilang yah..! kita kan bukan orang lain Li.”
Dahlia : “Iya makasih Len, aku duluan yah assalamualaikum. Dahlia pun berlalu dengan tergegas.”

Angel datang tergopoh-gopoh, peluhnya bercururan, wajahnya panik.
Angel : “Kalian ada yang liat cincin aku ga..? cincin yang dipake property drama tadi! Liat ga kalian?”
Nika : “Lah bukannya tadi dah kamu simpen di tas?”
Angel : “Iya tapi ga ada sekarang..!”
Ita : “Iya coba udah coba cek lagi siapa tau ke selip gituh..!”
Angel : “Udah puluhan kali Itaaa, tapi ga ada itu kan cincin ibu aku mana mahal lagi harganya kalau beneran ilang gawat ini..!”
Helen : “Yaudah tenang-tenang sya…kita bantuin nyari yu siapa tau jatoh di kelas atau dimana gitu...”

Hari itu lomba English speech digelar. Ita, Nika, Helen, dan Angel datang mendukung Dahlia yang terpilih menjadi perwakilan sekolah untuk ikut lomba. Angel masih terlihat murung karena hingga hari ini cincin ibunya tak juga ditemukan.
Pembawa acara memanggil Dahlia keatas panggung. Dahlia yang masih gugup disemangati oleh teman-temannya.

Ita : “Ayo Li semangat yah..!”
Helen : “Iya Li jangan grogi...”
Dahlia pun melangkah menuju panggung, sesaat sebelumnya Angel melihat ke jari manis Dahlia dimana disitu melingkar cincin yang sama dengan cincin ibunya.

Angel : “Eh liat tuh dijarinya Dahlia!”
Ita : “Apa sih?”
Angel : “Liat..kayanya itu cincin ibu aku yang ilang deh..!”
Nika : “Wah jangan asal nuduh ah..”
Angel : “Emang sejak kapan dia pakai cincin? Biasanya juga enggak kan?”
Helen : “Iya tapi jangan suudzon dulu Njel, siapa tahu cuman mirip doank!”
Angel : “Heh cincin itu tuh mahal..nah dari mana si Dahlia punya uang buat beli cincin kaya gitu?”
Ita : “Mana mungkin sih Dahlia ngambil cincin kamu, dia itu kan sahabat kamu, sahabat kita Njel..!”
Angel : “Ya kan bisa aja..ga ada yang ga mungkin..!”

Dahlia kembali duduk setelah menyelesaikan pidatonya, Angel yang emosinya tak tertahan langsung melabraknya seketika.
Angel : “Li, dari mana kamu dapet cincin itu?”
Dahlia : “Oh ini.. ini dari ayah aku Njel..”
Angel : “Jangan bohong kamu, ayah kamu kan udah lama pergi…!”
Helen : “Tenang dulu Njel..jangan marah –marah gitu..!”
Angel : “Diem jangan ikut campur kamu..!”
Dahlia : “Bener Njel ayah aku kemaren itu pulang katanya dia baru pulang dari Arab Saudi jadi TKI disana…terus kemaren..”
Angel : “Aahhh..jangan bohong lah..”

Ita,Helen dan Nika mencoba menenangkan Angel yang emosi sebelum akhirnya ibu guru datang melerai
Ibu guru : “Ehh..ada apa ini anak-anak?”

Helen menjelaskan duduk perkaranya kepada ibu guru.
Ibu guru : “Angel kamu kan tahu ‘Alfitnatu Asyaddu Minal Qotl’ fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan, jadi jangan nuduh orang sebelum ada buktinya!”

Angel : “Buktinya udah jelas bu itu cincin ibu aku..”
Ibu guru : “Nih cincin ibu kamu yang ini kan?”
Bu guru seraya memberikan cincin yang mirip ke tangan Angel.

Bu guru : “Ibu kemarin nemu ini di meja ibu, karena ibu kemarin buru-buru ibu simpan di loker. Nah sekarang ayo minta maaf sama teman kamu!”
Angel : “Maafin aku yah Li aku udah nuduh yang engga-engga sama kamu.”
Dahlia : “Iya ga apa-apa Njel aku ngerti kok.”
Semuanya: “Alhamdulillaaaahh…”

Simak juga:


Demikian tadi contoh skenario drama pendek tentang persahabatan dengan judul 'salah paham', semoga artikel ini berguna bagi Anda.



0 Response to "Contoh Naskah Drama Persahabatan 'Salah Menuduh'"

Posting Komentar

close